Langsung ke konten utama

BIDADARI-BIDADARI DI MALAM JUM'AT

     Pernahkah kalian melihat bidadari? Mungkin, hanya tahu dari televisi dan dongeng. Bahkan, ada juga yang mengibarat seseorang yang kalian sayangi seperti bidadari. Cantik, baik, dan ramah. Itulah gambaran mengenai bidadari, menurutku.

     Hari ini, bukan ketidaksengajaan aku menge-chat seorang bidadari yang nomornya terpampang di brosur acara talkshow islami. Aku bertanya kepadanya, mengenai tempat talkshow itu digelar. Kami saling tanya jawab dan ketika detik-detik aku ingin menuju lokasi, bidadari itu berkata untuk ingin bertemu.

     Awalnya aku gugup bertemu orang baru. Apalagi kalau kakak itu tahu, bahwa aku tak se-asyik dan serame yang ada di chat. Aku menjawabnya lama. Dan akhirnya aku mengungkapkan baju dan kerudung yang aku kenakan. Ketika aku mengetik kalimat itu, terasa disekelilingku seperti memperhatikanku.

"Apa kak itu ya yang ngechat? Atau yang menoleh itu? Wahh, kakak itu melambai tangan ke aku ya??" begitu banyak pikiranku sambil melihat orang-orang yang seakan kakak itu.

     Saat aku fokus pada talkshow dan beberapa ke handphone, ada seorang kakak perempuan yang memegang pundakku. Ia menyapaku dan menanyai namaku.

"Adek Airira ya?" tanyanya yang sembari mengajak bersalaman.

Aku membalas salamnya, dan berbicara sebentar mengenai ceritaku yang baru masuk perguruan tinggi. Obrolan kami tak panjang, karena kakak itu juga asyik berbicara dengan temannya. Adzan magrib pun terdengar nyaring, yang membubarkan obrolan.

     Bagiku semua sudah berakhir. Aku pasti akan lupa dengan wajah kakak itu, dan aku segera pergi untuk ke tempat lainnya. Di sana aku bertanya kepada kakak lainnya, sambil memeriksa handphone untuk cari lokasi. Seperti anak ayam yang tersesat, aku menoleh kanan maupun kiri untuk bertanya ke orang lain. 

Daaannnn,,

     Allah menunjukkanku kepada kakak bidadari itu. Kakak itu yang ingin pulang, seketika menyuruh temannya untuk mengantarku. Bagaimana bisa?? Aku dan ia belum kenal satu sama lain, masih beberapa jam bertukar pesan. Dan tak ada hubungan sefakultas dan lain-lain. Namun, ia memberikanku tumpangan menuju tempat yang ingin kukunjungi.

     Tempat yang aku kunjungi adalah sebuah gazebo besar yang berbentuk trapesium. Di sana ada perkumpulan para anak rantau dari kabupaten L ke kota M. Acara cukup meriah, dan aku bertemu dengan  seorang kakak yang aku chat dari dulu. Acara meriah dan aku harus pulang terlebih dahulu.

     Aku menunggu hari ini jam 21.00 lebih. Menunggu kebimbangan, jika aku pulang naik gojek, gimana ayahku? Masak dia menunggu. Mau chat beliau, tapi tidak ada pulsa. Dan apes lagi, bateraiku tinggal 1% dan mau mati.

     Aku menunggu hampir setengah jam, dan aku sudah meminta bantuan pak ojek online untuk mengantar, tapi tidak bisa (karena aku gak pesan online). Menunggu dan akhirnya air mata mengalir namun tak sederas air kenangan. Lalu, seorang kakak baik datang lagi. Bukan  kakak di talkshow, melainkan kakak yang menjadi panitia di acara perkumpulan anak rantau. Ia dengan temannya, memberi bantuan dengan menghubungi gojek untukku. Aku lupa dengan kakak itu, apakah ia kakak yang aku chat itu? Atau kakak acara rantau lain, yang tahu aku? Tapi saat itu, aku benar-benar bersyukur sekali. Bertemu dengan kakak itu dan temannya.



Terima kasih untuk Bidadari yang membantuku tadi.
Sungguh, terima kasih ini tak terbendung untuk kalian.
Aku merasa bahagia bisa bertemu orang-orang seperti kalian.
Biarlah rangkaian curhat ini memberi ingatan padaku, tentang kalian.

Terima kasih
Bidadari-bidadariku di malam jum'at.



#DiTulisSetelahKejadianBerakhir
#SemogaBisaMembalasKebaikanKalian


Komentar

  1. Terhura aku tu 😇. Emang ya kalo orang baik meskipun mengalami saat saat yang susah, pasti ada aja yang nolongin. Allah juga nggak tidur, allah kasih perantara buat membantumu syah. Di kota besar sendirian, bisa bayangin lah, kamu juga anaknya sangat polos (kalo sama aku sih, nggak polos kamu) 😚 bingungnya udah minta ampun ya, hehe. Inget kebaikan mereka ya syah 😇. Semoga allah selalu melindungi dan melancarkan segala urusanmu di sana 😚

    BalasHapus
    Balasan
    1. hidupku tak polos lagi karena kamu, vii :D aamiin, semoga kita bisa selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik :-)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEJA VU - DIARY AIRIRA

 Beberapa minggu ini, aku merasakan sebuah perasaan di mana kisah ini terulang kembali, seperti deja vu yang mana memiliki perasaan yang seperti dengan keadaan masa lampau. Bukan tentang kisah pertemuan kita yang hanya fana, atau kisah ketika kita duduk berdua di taman sekolah (TIDAK ADA!?) Ini adalah kisah di mana peristiwa tersedih yang pernah terjadi di tahun-tahun yang lalu. Aku ingat, kala itu banyak perpisahan yang terjadi di tahun dua ribu enam belas. Tepat aku belum merasakan namanya sweet seventeen.  Orang-orang di sekitar bahkan yang kukenal lama, telah berpulang ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah menyayangi orang-orang tersebut, dari tetangga yang merupakan pakdhe, dua orang yang amat aku sayangi, dan orang-orang yang selalu meramaikan rumah. Aaah, waktu itu atau bahkan tahun itu merupakan tahun kepedian dan untuk pertama kalinya aku merasakan perpisahan yang benar-benar tanpa jumpa lagi. Benar kata kumpulan quotes yang terlampir pada beranda facebook. Teru...

PENCERAHAN DATANGLAH PADAKUU!! - KKN'S DAY 6 (LATE)

 Pagi cerah dengan awan yang semrawut menggambarkan hatiku. Teeett, salah. Aku pun tidak tahu bagaimana menjelaskan kata hati, bagaimana bisa aku tahu mengenai kondisinya? Yang ada, aku merasa lempeng dan biasa saja, tapi pikiran yang amburadul wkwkwk (bedakan semrawut hati dan pikiran ya~) Hari ini aku dan teman-teman kelompok KKN akan melakukan survei dan ramah tamah yang sempat tertunda kemarin. Kami melakukan di pagi hari, supaya kesalahan lama tidak terulang kembali. Di sana aku berangkat jam 7.15 dan sampai desa jam 8.15 juga kurang lebih. Aku dan temanku yang biasa kujemput menjadi pemenang pertama sebagai orang yang hadir. Seandainya itu lomba lari maraton, pasti aku bisa dapat medali wkwk. Hari menjelang prokerku semakin dekat, dan aku masih bingung dengan lokasi mana untuk kegiatan prokerku. Aku mendapat amanah menjadi PJ pendampingan TPA/TPQ bersama seorang temanku.  Ini pertama kalinya bagiku untuk mengajar atau bertemu murid (karena biasanya teman-teman sendiri sa...

PENGALAMAN SUNTIK VAKSIN COVID-19 PERTAMA - DIARY AIRIRA

Kemarin, 30 Juni 2021 aku dan sekeluarga melakukan suntik vaksinasi di balai desa tempat tinggalku. Aku tidak takut dengan namanya suntikan, karena entah mengapa dari dulu aku bersahabat dengan jarum suntik. Namun, beberapa hari sebelumnya ada keraguan pada diriku, karena sejak pulang dari kegiatan KKN yang diharuskan menginap, aku merasa tidak baik-baik saja. Aku merasa lelah dan pegal karena tidur dengan suasana yang bebarengan dengan orang lain (maklum, tubuh kita masih segan untuk melakukan hal-hal aneh selama tidur), sehingga aku kurang tidur dan membuat cenat cenut di kepala. Kejadian itu, membuatku ragu untuk ikut vaksin, karena kesehatan yang kurang fit. Adikku diharuskan untuk ikut vaksin karena syarat untuk masuk offline di bulan-bulan berikutnya, yang tak lain semua anggota keluarga juga ikut vaksin. Alhamdulillah, di waktu yang ditentukan untuk vaksin, aku sudah merasa siap dan baik-baik saja untuk vaksin. Aku dan keluarga tiba pukul 09.00 tatkala acara di mulai pukuk 08.00...