Kemarin, 30 Juni 2021 aku dan sekeluarga melakukan suntik vaksinasi di balai desa tempat tinggalku. Aku tidak takut dengan namanya suntikan, karena entah mengapa dari dulu aku bersahabat dengan jarum suntik. Namun, beberapa hari sebelumnya ada keraguan pada diriku, karena sejak pulang dari kegiatan KKN yang diharuskan menginap, aku merasa tidak baik-baik saja. Aku merasa lelah dan pegal karena tidur dengan suasana yang bebarengan dengan orang lain (maklum, tubuh kita masih segan untuk melakukan hal-hal aneh selama tidur), sehingga aku kurang tidur dan membuat cenat cenut di kepala.
Kejadian itu, membuatku ragu untuk ikut vaksin, karena kesehatan yang kurang fit. Adikku diharuskan untuk ikut vaksin karena syarat untuk masuk offline di bulan-bulan berikutnya, yang tak lain semua anggota keluarga juga ikut vaksin. Alhamdulillah, di waktu yang ditentukan untuk vaksin, aku sudah merasa siap dan baik-baik saja untuk vaksin.
Aku dan keluarga tiba pukul 09.00 tatkala acara di mulai pukuk 08.00. Banyak orang yang mengantri untuk melakukan vaksin ini. KTP kami kumpulkan dan diberikan kepada bagian pendaftaran. Banyak masa yang duduk untuk menunggu nama mereka dipanggil. ALAMAK!! Kami berada di tumpukkan KTP yang sudah menggunung itu.
Satu per satu nama dipanggil, aku melihat beberapa orang yang tak asing dalam sudut pandangku. Aku duduk di samping guru MI ku yang sudah pensiun itu. Beliau orang yang mengajakku berbicara terlebih dahulu. Usai itu, banyak orang yang mulai hilang satu per satu karena sudah masuk gilirannya. Namun, nama kami belum disebut. Huft, ternyata di antara tumpukan KTP itu, banyak orang yang menitipkannya dan sirna begitu saja. Jadi, KTP mereka hadir, sedangkan mereka masih belum datang atau barusan datang. Sehingga, kami menunggu lama, namun KTP orang-orang itu lebih lama terjepit satu sama lain.
Semakin lama, acara kurang kondusif, banyak orang yang menggeser kursi mereka dan saling bergerombol untuk bisa bertegur sapa dengan orang-orang yang dikenal. Bahkan, ibuku yang berada di sekitar tempat pendaftaran, karena merasa sudah cukup lama kami di sana, harus ditegur sama pak polisi di sana bersama ibu-ibu lainnya. Hmm, namanya ibu-ibu, semakin ditegur malah semakin bergairah untuk melakukan hal yang sama wkwkwk. Aku hanya tertawa saat melihat ekspresi ibuku dengan orang-orang itu tertawa di meja pendaftaran.
Saat nama kami sudah dipanggil, kami melakukan beberapa sesi sebelum penyuntikkan. Pertama, kami diperiksa tekanan darah oleh petugasnya. Ya, proses itu cukup singkat, namun proses lama akan datang menyambut kami, yaitu sesi petugas bertanya tentang kesehatan kita. Di sana banyak orang yang masih mengantri dan bahkan sering terjadi penyerobotan kursi untuk menjadi yang terdepan, dan salah satunya aku melakukan itu.
Bapak polisi yang menjaga pun berusaha untuk membuat kami untuk melakukan social distancing , tapi apa daya ada orang yang mendengarkan dan ada yang acuh dengan teguran itu. Usai saat nya tahta kursi depan aku raih dengan kecekatan merebutnya, aku melakukan sesi tanya jawab dengan petugas. Beliau bertanya mengenai riwayat kesehatan kita, hingga akhirnya beliau bilang "Boleh divaksin". Aku pun menuju ke sesi tempat penyuntikkan.
Suntik sudah menjadi sahabat bagiku. Sahabat lama yang alhamdulillah jumpa di saat yang baik, bukan saat sakit. Petugas menanyakan keadaan dan sudah atau belum aku sarapan, saat itu pun tiba-tiba suntikkan sudah masuk menjelajahi bahuku wkwk. Beliau memintaku untuk minum paracetamol jika merasa demam dan mengompres lokasi suntik saat merasa njarem.
Usai suntik dan mengirimkan berkas ke sesi selanjutnya, aku pun menunggu keluargaku. Ya. Aku yang pertama di antara keluargaku. Aku merasa suntikkan itu membuat tanganku sedikit kesemutan, sepertinya wajar, karena memang seperti itu kan? Akhirnya kami pulang ke rumah.
Kata orang termasuk teman KKN-ku, kalau selesai suntik vaksin akan merasa mudah lapar dan mengantuk. Namun, hari ini tanggal 1 Juli 2021, Alhamdulillah aku merasa normal atau sudah dari lama porsi makanku yang tidak normal? wkwk. Aku tetap seperti biasa, makan di waktu yang biasanya serta tidur seperti biasanya. Alhamdulillah jika kondisi masih sehat dan selalu sehat.
Oh iyaa, akhir Juli aku harus melakukan suntik vaksin ke dua di tempat yang sama. Alhamdulillah juga belum ikut tes bahasa inggris yang sudah lama dikabari temanku yang namanya sama dengan bulan ini. Sehingga, aku tidak terlalu pusing jika ada jadwal yang mepet. Semoga tetap selalu sehat, dan vaksin ini menjadi cara untuk rendah hati untuk selalu waspada dan hati-hati serta melakukan protokol kesehatan, meskipun sudah vaksin.
Komentar
Posting Komentar