Langsung ke konten utama

PENCERAHAN DATANGLAH PADAKUU!! - KKN'S DAY 6 (LATE)

 Pagi cerah dengan awan yang semrawut menggambarkan hatiku. Teeett, salah. Aku pun tidak tahu bagaimana menjelaskan kata hati, bagaimana bisa aku tahu mengenai kondisinya? Yang ada, aku merasa lempeng dan biasa saja, tapi pikiran yang amburadul wkwkwk (bedakan semrawut hati dan pikiran ya~)

Hari ini aku dan teman-teman kelompok KKN akan melakukan survei dan ramah tamah yang sempat tertunda kemarin. Kami melakukan di pagi hari, supaya kesalahan lama tidak terulang kembali. Di sana aku berangkat jam 7.15 dan sampai desa jam 8.15 juga kurang lebih. Aku dan temanku yang biasa kujemput menjadi pemenang pertama sebagai orang yang hadir. Seandainya itu lomba lari maraton, pasti aku bisa dapat medali wkwk.

Hari menjelang prokerku semakin dekat, dan aku masih bingung dengan lokasi mana untuk kegiatan prokerku. Aku mendapat amanah menjadi PJ pendampingan TPA/TPQ bersama seorang temanku.  Ini pertama kalinya bagiku untuk mengajar atau bertemu murid (karena biasanya teman-teman sendiri saat microteaching). Jadi, aku ingin menjadi PJ yang bertanggungjawab dan setidaknya pendampingan ini bisa memiliki kesan ke anak-anak tersebut.

Jadi, karena sibuknya masalah itu menggerogoti pikiranku, aku jadi hampir kelewatan jalan (read : kebabas). Seharusnya, aku belok kanan, ehhh malah terus wkwkwk. Kurang fokus.😆😆😆

Saat di balai desa itu, dan kita mulai untuk berpencar sesuai kelompok masing-masing. Aku dan kedua temanku mendapatkan tugas untuk survei dan ramah tamah di dusun Ploso. Kami menuju ke sana dan mengendarai motor hingga keluar desa. wkwkwk. Akhirnya kami kembali dan bertemu dengan target sasaran kami (read : warga sekitar) yang mau diwawancarai. Karena beliau berjualan, maka kami bertiga membeli jajanannya yaitu sosis goreng. 

Secara tidak sengaja, tempat ibu itu dekat sekali dengan musholla. Dan alhamdulillah, itu mushollah menjadi tempat anak-anak kecil mengaji, bahkan pengurusnya dekat sekali dengan musholla. Jadi, kami pergi ke rumah ustadz yang disambut oleh istrinya. Kami berbincang-bincang, serta dalam hati aku berkata, "mungkin dia (musholla) jodohku". Sayangnya, aku lupa bahwa ngaji biasanya sore, dan benar. di sana ngajinya jam 4 sore hingga selesai magrib.

Kami berbincang-bincang tidak lama. Akhirnya, kami kembali ke balai desa dan duduk saja di dapur desa. Menunggu teman-teman sangat melelahkan, apalagi aku merasakan sakit perut karena bulan ingin datang menjemputku. Usai teman-teman datang dan berkumpul, kami membacakan hasil survei dan teman-teman juga mendapat informasi mengenai tempat mengaji lain mulainya jam 4 - magrib. Semua sama. 

Awalnya aku merasa biasa saja dan mantap dengan musholla yang aku temui itu. Namun, kemudian pikiran lain datang menghujam selaksa sel-sel otak panikku, dan BYAAARRR. Aku tersadar satu hal. Bahwa belakangan ini musim hujan melanda kabupaten kesayangan ini. Entah hujan di wilayah kota, maupun di wilayah tempat tinggalku. Apalagi banyak pikiran dan pertanyaan yang terlintas.😓😓😓

"Bagaimana kalau mau berangkat hujan?"

"Bagaimana kalau hujan datangnya waktu pulang?"

"Apakah tidak apa-apa teman-teman pulang malam?"

Dan pencerahan yang datang kembali memudar. Tapi, alhamdulillah aku mengingat kata temanku bahwa remas desa siap membantu kami untuk mengumpulkan orang-orang. Jadi, aku berniat untuk menemui beliau dan meminta tolong untuk mengumpulkan anak-anak di pagi atau siang hari untuk belajar bersama itu. Aku telat mengirim hari KKN ke 6 ini karena terlena dengan kata "libur" untuk hari ini. Jadi malam rabu, 16 juni 2021 aku menghabiskan waktu untuk istirahat dan memikirkan proker. Semoga saja mereka bisa dan rencana berangkat sore pulang malamnya gagal. Semoga proker ini bisa berjalan lancar. Dan besok jum'at, semoga Allah memberikan kelancaran dan kemudahan bagi aku dan teman-teman yang menjalankan proker seni tari.

YA ALLAH, BERIKAN PENCERAHAN DATANG PADAKUUU!!


Saat tanya-tanya sama ibu


You Can Do It, Airira!


Rabu, 17 Juni 2021

Dari seseorang yang menunda kirim blog karena terlena besok (hari ini) libur^^  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN MENGUNJUNGI DESA TEMPAT KKN - SURVEI

Sudah lama sejak tahun dua ribu delapan belas aku tidak bersua. Masa mahasiswa baru itu, kini sudah berlari kencang dan menuju titik ke mahasiswa (hampir) tua. KKN sudah menyapa. Seraya mengatakan bahwa, "Sudah waktunya kau buka mata!!" Sudah semester enam, dan aku masih menjadi orang yang sama. Manusia yang berpaku pada tenangnya rumah dan sepinya kamar. Namun kini, aku kudu keluar dari zona nyamanku, terutama semenjak sang virus korona yang menyerang dengan syarat, yaitu harus mematuhi protokol kesehatan dan di rumah saja. Kata #dirumahsaja mengantarkanku pada benar-benarnya diriku. Bahwa aku sungguh manusia kebluk yang tidak bisa bangun dari kasur yang kuat tekanannya. Aku manusia yang bisa seharian tidak memandang cahaya matahari di luar rumah, dan bahkan manusia yang bisa beberapa hari tak jenuh melakukan aktifitas di dalam rumah. Nyatanya, KKN ini akan membuatku kurang lebih keluar dari zona nyaman itu. Aku harus bertemu orang-orang baru, masyarakat baru, dan bahkan ski...