Langsung ke konten utama

AKHIR DARI PERTEMUAN - KKN 'S DAY

Assalamu'alaikum, apa kabar hari ini? Sehat kan? Semoga di masa pandemi yang masih ada program PPKM ini, aku dan kamu tetap sehat-sehat ya. Jaga kesehatan! Kalau lapar, makan. Ngantuk? Ya tinggal tidur. Setidaknya itu cukup mudah dilakukan dibandingkan cara menghapus rasa rindu ke seseorang yang tak memikirkanmu.
Oh ya, udah lama aku tidak mengisi diari indah di masa KKN. Ketika aturan PPKM ada, aku sudah jarang untuk bersua dengan teman-teman KKN. Yaps, kami diberi jadwal oleh sekretaris untuk datang sekali dalam seminggu. Hal itu, membuatku tak bisa berjumpa dengan kawan-kawan hari lain.

Tapi tak apa, namanya dunia sedang berduka. Mengapa kita memikirkan hal-hal yang tak bisa dimiliki? Padahal ada kesempatan yang hadir di depan kita. Jika tak bisa menemui teman-teman lain, kita bisa bertemu dengan teman-teman yang hadir di hadapan kita, kan? Dunia sudah terlalu canggih, sehingga kita bisa menemui mereka meskipun via story whatsapp atau melihat chat mereka nangkring di grup chat KKN. Yaps, because aku jarang nongol di grup wkwk.

Penutupan KKN kami seharusnya tanggal 25 Juli 2021. Lama kan? Aku terlalu lama berkawan dengan Salam hyung (kalo dibalik? Malas), hingga aku tak jadi-jadi untuk menulis kisahnya. Meskipun tanggal 25 usai kegiatan KKN, tapi kami merayakan hari penutupan dengan tasyakuran bersama pada tanggal 28 Juli 2021 dengan sederhana. Tak ada pertunjukan yang seharusnya ada sebagai pemeriah suasana. 

Kami melakukan kegiatan dengan baik. Membeli tumpeng untuk acara inti penutupan, serta makan-makan bersama para bapak dan ibu penting di desa. Kami punya niatan untuk menginap semalam untuk melakukan bakar-bakar daging, apalagi bertepatan dengan hari raya idul adha kan. Jadi, kita bakar daging ayam, jagung, sosis, dan bakso. Alamaakkk, kalo kata orang yang terheran-heran 😱😱😱 enduls sekali, mantappu jiwayy wkwkwk.

Usai kegiatan penutupan, kami bakar-bakar di rumah saudara teman KKN ku yang tinggal di desa itu. Kami bakar-bakar, ada yang sibuk mengerjakan tugas peer teaching. Oh iya, itu bertepatan juga dengan kami melaksanakan KPL ke 1. Yang sibuk ngerjakan tugas, yang nganggur jadi sibuk bakar-bakar.
Alhamdulillah semua selesai sampai dini hari. Kami bahkan makan-makannya saat jam sudah lebih dari pukul 12.00 malam. Kami makan sambil terkantuk-kantuk, bercanda pun harus mode silent karena takut mengganggu tetangga samping rumah. 

Kalian tahu apa kegiatan selanjutnya?

Ya.

Itu adalah tukar kado. Kami melakukan tukar kado dengan teman-teman. Aku awalnya insecure dengan kado yang kuberikan. Karena aku lebih memiliki mindset murah tapi bermanfaat sampai lama. What? itu murah apa pelit, bambang? wkwkwk. Semoga temanku itu bisa memanfaatkan hadiahku dengan baik, serta ia bahagia dan tak menyesalinya.

Aku dapat apa? Yaps, Alhamdulillah aku dapat sebuah kotak kado yang sudah kuincar sejak sore tadi. Kotak kado berwarna kuning yang sudah kubayangkan apa kegunaannya jika aku memilikinya. Jodoh bukan? Semoga untuk jodoh pasangan bisa seperti itu. Aamiin. Bantu doa ya!
Aku dapat kotak kado kuning yang berisi master potato ghost pepper. Pemberinya bilang kalo aku pasti menyesal dengan isinya, nyatanya TIDAK. Aku senang, karena aku hanya melihat snack itu dari layar yutub aja. Beneran. Liat mukbang challange makan snack itu rasanya gimana ya? Alhamdulillah diberikan lewat hadiah darinya. Ia ketua KKN ini.😋

Aku senang dengan kegiatan terakhir ini. Kami pun tidur jam set 3 seingetku. Beberapa anak yang sholat bangun pagi, sedangkan yang lain masih molor. Aku bangun jam 7, karena.....
Oh tenang, teman-teman cowok tidur di rumah perangkat desa kok. Santaii, gak ada yang namanya tinggal seatap. Ehh, tapi seatap sih. kalau atapnya berupa langit, jadi kita semua tinggal seatap langit.

Kotak kuning dari temanku itu, aku gunakan untuk menyimpan oleh-oleh atau souvenir dari teman-temanku dulu. Ada beberapa kertas yang kusimpan di sana, sebagai kenangan. Semuanya tidak akan sia-sia jika kita bisa optimis untuk menggunakannya, kan?

Okaay, itu dulu ya ceritanya. Oh iya, ini beberapa foto kami selama penutupan KKN. 
Ini waktu penutupannya guys




Nih cemilan bakar di malam syahdu wkwk
Tukar kadoo



Pesan dari pengalaman ini :

Nikmati setiap detik waktumu dengan orang di sekitar. Jangan pernah memikirkan yang tidak hadir di hadapanmu, karena jika kata "perpisahan" hadir di hubungan itu, kamu tidak akan menyesali waktu yang terbuang itu.

Juga, rasa syukur harus selalu kita hadirkan dalam diri, karena singkatnya "pertemuan" itu lebih baik daripada tak pernah bersua dan menyapa. Lebih baik memiliki secercah kenangan dibandingkan tidak memilikinya sama sekali. 

- pengingat diri untuk Airira dan kau pastinya 



Senin, 16 Agustus 2021


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN MENGUNJUNGI DESA TEMPAT KKN - SURVEI

Sudah lama sejak tahun dua ribu delapan belas aku tidak bersua. Masa mahasiswa baru itu, kini sudah berlari kencang dan menuju titik ke mahasiswa (hampir) tua. KKN sudah menyapa. Seraya mengatakan bahwa, "Sudah waktunya kau buka mata!!" Sudah semester enam, dan aku masih menjadi orang yang sama. Manusia yang berpaku pada tenangnya rumah dan sepinya kamar. Namun kini, aku kudu keluar dari zona nyamanku, terutama semenjak sang virus korona yang menyerang dengan syarat, yaitu harus mematuhi protokol kesehatan dan di rumah saja. Kata #dirumahsaja mengantarkanku pada benar-benarnya diriku. Bahwa aku sungguh manusia kebluk yang tidak bisa bangun dari kasur yang kuat tekanannya. Aku manusia yang bisa seharian tidak memandang cahaya matahari di luar rumah, dan bahkan manusia yang bisa beberapa hari tak jenuh melakukan aktifitas di dalam rumah. Nyatanya, KKN ini akan membuatku kurang lebih keluar dari zona nyaman itu. Aku harus bertemu orang-orang baru, masyarakat baru, dan bahkan ski...