Langsung ke konten utama

AHLAN WASAHLAN, FRIENDS! INSPIRASI DARI KKN - DIARY AIRIRA

 Ada banyak hal yang terjadi selama KKN ini, baik dari pertemanan, pembelajaran akan mengajar, bersosialisasi, bahkan menjadi lebih peduli dengan pemanfaatan barang bekas dan bertanam. Jadi, sudah dua kali di desa tempatku melakukan KKN, para ibu dan bapak setiap dusun mengadakan "Pawon Urip" alias kegiatan untuk melakukan cocok tanam tanaman buah maupun sayur yang mampu menghidupkan dapur di rumah. Kegiatan ini diadakan sendiri oleh para ibu di sana, sedangkan kami hanya membantu untuk mencurahkan segenap tenaga untuk ikut andil menanam bibit-bibit tersebut. 

Pada hari pertama kami melakukan pawon urip, aku masih cukup kaku dengan kegiatannya, baik saat melepas plastik pot bibit, menggali tanah yang ada di polybag dan bahkan saat memasukkan bibit itu di dalam tanah. Bahkan yang lebih sulit saat aku masih buta akan nama-nama tanaman tersebut. Pada saat itu, anggota KKN dan para ibu bapak menanam tanaman cabe, sawi, tomat dengan menggunakan pot dari wadah bekas minyak, karung beras, dan timba bekas cat. 

Beberapa hari kemudian, kegiatan pawon urip juga ada di dusun lainnya dengan metode yang cukup sama, yaitu menanam bibit di wadah bekas yang disediakan. Bedanya, tanamannya cukup variatif dan tidak terlalu diatur wadahnya dan tanamannya. Oh iya, saat itu aku belum bisa membedakan mengapa tanaman cabe harus di wadah yang lebih besar dibandingkan tanaman sawi. Hmmm, ternyata hal itu dikarenakan tanaman cabe, tomat, dan terong seperti itu bisa menghasilnya buah lebih sering saat besar nanti, sedangkan si sawi kalau sudah besar dan dipergunakan, maka dia sudah habis dan selesai hidupnya. Jadi, aku tahu untuk memilih rumah yang tepat bagi mereka.

Foto saat kegiatan pawon urip

Usai kegiatan tersebut, kau tahu? Aku jadi ingin menanam tanaman juga. Aku ingin memetik hasil tanaman yang kutanam dan kurawat dengan cinta. Jadi, aku berniat untuk menanam cabai untuk pertama kalinya, namun bukan dengan bibit, tapi biji. Aku memotong botol plastik bekas untuk menjadi pot dan mengambil tanah yang disimpan ibuku untuk tanaman hiasnya. Lalu aku masukkan biji-biji di dalam tanah. Kau tahu? Sekarang sudah menjadi hari ke 7 nya. Ia sudah berusia seminggu dan tumbuh menjadi bibit cabai yang lucu, wkwkwk.😊😊 Aku bahkan punya nama untuknya, nama yang cukup familiar karena diambil dari nama kedua hewan kesayanganku. Namun, apalah tanaman yang kukira ingin mengadopsi dua saja, namun semua biji akhirnya tumbuh bersamaan. Sulit untuk memberi nama tanaman bukan? Semua tanaman tampak sama dan sulit membedakannya. Aku harap tanaman cabai ini bisa tumbuh meskipun kalau aku tinggalkan dia untuk pergi ke kota tempatku belajar. Atau mungkin bisa menambah tanaman lain untuk aku tanam supaya berbuah manis.πŸ˜•πŸ˜•πŸ˜‚


Usia 7 hari😘

Ahlan wasahlan, friends (tanaman-tanaman cabaikuuu)!! πŸ’›πŸ˜‚πŸ˜‚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN MENGUNJUNGI DESA TEMPAT KKN - SURVEI

Sudah lama sejak tahun dua ribu delapan belas aku tidak bersua. Masa mahasiswa baru itu, kini sudah berlari kencang dan menuju titik ke mahasiswa (hampir) tua. KKN sudah menyapa. Seraya mengatakan bahwa, "Sudah waktunya kau buka mata!!" Sudah semester enam, dan aku masih menjadi orang yang sama. Manusia yang berpaku pada tenangnya rumah dan sepinya kamar. Namun kini, aku kudu keluar dari zona nyamanku, terutama semenjak sang virus korona yang menyerang dengan syarat, yaitu harus mematuhi protokol kesehatan dan di rumah saja. Kata #dirumahsaja mengantarkanku pada benar-benarnya diriku. Bahwa aku sungguh manusia kebluk yang tidak bisa bangun dari kasur yang kuat tekanannya. Aku manusia yang bisa seharian tidak memandang cahaya matahari di luar rumah, dan bahkan manusia yang bisa beberapa hari tak jenuh melakukan aktifitas di dalam rumah. Nyatanya, KKN ini akan membuatku kurang lebih keluar dari zona nyaman itu. Aku harus bertemu orang-orang baru, masyarakat baru, dan bahkan ski...