Langsung ke konten utama

PROKER DAN PENGALAMAN PERTAMA - KKN'S DAY

Assalamu'alaikum, Airira.
Apa kabar hari ini? Lelah? Sumringah? atau Biasa saja(h)?

Ya. Hari ini seperti biasa aku baik-baik saja. Bahagia? iya. Sedih? iya. Semua campur aduk menjadi ramuan yang sangat... sangat... sangat biasa aja bagiku.

Kamu rindu kan dengan goresan-goresan kisah yang sudah beberapa hari aku timbun, karena belum ada perasaan yang mampu memunculkannya untuk ditulis. Ada banyak kisah yang ingin aku sampaikan padamu.


Senin, 21 Juni 2021

Hari itu, aku sangat gelisah sekali. Bahkan, saat tidur pun aku masih terbayang-bayang dengan masa depan yang tak pasti. Kata orang, itu namanya overthinking . Aku terlalu takut dengan hal-hal yang terjadi di masa depan. Apalagi, itu adalah hari pertama aku mencoba ngajar di depan anak-anak sesungguhnya. YA. Anak-anak yang merupakan manusia kecil dalam wujud nyata. Selama ini, aku hanya bisa dan tahu rasanya mengajar tapi muridnya adalah teman-teman sejawat. 

Aku mengeluarkan banyak sifat burukku saat itu. Kalau diingat, mungkin aku mau menutup mulut itu rapat-rapat dan memberikan kesempatan bagi hati untuk menenangkan diri. Banyak ketakutan yang aku alami karena pikiran negatif itu. Aku takut anak-anak tidak menyukai cara mengajarku atau mengklaim diri bahwa aku adalah manusia kerupuk yang baru digoreng. Apa itu?

Kegiatan pendampingan mengajar itu pukul 08.00 pagi. Namun kau tau? aku sampai di desa sekitar pukul 06.50. Selama perjalanan banyak hal yang keluar masuk dalam sudut pandanganku. Saat sampai di balai desa, ibu yang selalu bersih-bersih menyapaku dengan senyuman. Wajahku yang sudah asam dengan banyaknya (buah) asam yang tertoreh di setiap bulir keringat itu, harus mencoba mengembangkan senyuman. Aku senang. Nyatanya benar. Senyummu bisa menjadi obat bagi orang lain.

Saat menunggu, beberapa teman mulai hadir. Namun, anak-anak yang menjadi momok menakutkan di hari itu, masih belum datang jua. Sepi senyap masih menghiasi lapangan keramik dari balai desa itu. Ekspektasi yang kemarin anak-anak tari berjumlah 50 an anak, mendadak sirna saat tak ada anak-anak yang hadir.  Menunggu beberapa menit dan detik, akhirnya anak pertama hadir dalam jangkauan kami. Dan sedikit demi sedikit mereka hadir, dan menjadi 7 anak yang ikut pembelajaran kami.

Saat mengajar, aku menyadari bahwa aku memang manusia kerupuk yang baru digoreng. Anak-anak seakan serius saat aku mengajar, sedangkan saat kupandang sosok partnerku yang dengan lihai nya menarik mereka dengan candaan yang menghasilkan tawa dan suasana yang mencair. Saat itu, aku merasa sedikit iri dengannya. Namun, apa itu iri? Aku tahu bahwa dia lebih berpengalaman dibandingkan aku yang baru beberapa menit menjadi kakak guru. Bagaimana bisa kita mengalahkan pengalaman anak yang sudah beberapa bulan menghadapi anak-anak sekolah dasar? Dia adalah sosok yang bisa menjadi pembelajaran bagiku untuk lebih baik lagi.

Waktu berlalu semakin cepat, akhirnya pembelajaran sudah selesai. Aku belajar bahwa mereka memang anak-anak yang penurut dan pintar, jadi ini bukan menjadi akhir bagiku untuk tahu tentang anak-anak. Karena kita tahu, tak semua anak sama. Dan tak semua lingkungan menghasilkan anak-anak yang sama.

Hari pertama


Selasa, 22 Juni 2021

Hari itu, aku tak setakut hari kemarin. Aku bisa tenang dan mengetahui keadaan lingkungan. Saat itu, ada beberapa kendala yang dialami pada pembelajaran ini. Pembelajaran ini berdempetan waktunya dengan pembelajaran tari. Aku dan anak-anak memulai cukup pagi yaitu jam 07.30. Namun, seperti yang aku katakan tadi, anak-anak di pendampingan lain lebih semangat. Bahkan, sebelum jadwalnya mereka juga datang meramaikan balai desa. Mereka tidak ikut pendampinganku, tapi mereka berlalu lalang meskipun untungnya tidak sampai mengganggu kegiatan.

Anak-anak yang hadir menambah. Mereka menjadi 12 anak dan itu sudah bersyukur bahwa mereka bersemangat untuk ikut pembelajaran. Metode yang digunakan sama dengan yang kemarin dengan materi yang berbeda. Anak-anak yang semangat saat ada iming-iming jajan kalau bisa menebak adalah inti dari semaraknya pembelajaran. Mereka mencoba menjawab dengan baik, dan aku merasa bahwa apa yang dikatakan dosenku itu benar. Bahwa dengan mengajak anak-anak atau siswa berinteraksi dua arah, maka pembelajaran akan lebih mengalir dan nyaman bagi mereka. Aku merasakan saat ada interaksi yang terjalin, meskipun aku masih belum bisa merangkai kata-kata dengan baik.

Ini adalah hari terakhir dari program kerjaku. Dan menjadi awal untuk kegiatan lainnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENCERAHAN DATANGLAH PADAKUU!! - KKN'S DAY 6 (LATE)

 Pagi cerah dengan awan yang semrawut menggambarkan hatiku. Teeett, salah. Aku pun tidak tahu bagaimana menjelaskan kata hati, bagaimana bisa aku tahu mengenai kondisinya? Yang ada, aku merasa lempeng dan biasa saja, tapi pikiran yang amburadul wkwkwk (bedakan semrawut hati dan pikiran ya~) Hari ini aku dan teman-teman kelompok KKN akan melakukan survei dan ramah tamah yang sempat tertunda kemarin. Kami melakukan di pagi hari, supaya kesalahan lama tidak terulang kembali. Di sana aku berangkat jam 7.15 dan sampai desa jam 8.15 juga kurang lebih. Aku dan temanku yang biasa kujemput menjadi pemenang pertama sebagai orang yang hadir. Seandainya itu lomba lari maraton, pasti aku bisa dapat medali wkwk. Hari menjelang prokerku semakin dekat, dan aku masih bingung dengan lokasi mana untuk kegiatan prokerku. Aku mendapat amanah menjadi PJ pendampingan TPA/TPQ bersama seorang temanku.  Ini pertama kalinya bagiku untuk mengajar atau bertemu murid (karena biasanya teman-teman sendiri sa...

SUASANA SEMESTER AKHIR

Sudah lama tak berjumpa.  Rasanya, baru kemarin suasana KKN masih merasuk jiwa. Bertemu dengan kawan baru dan kawan lama. Tahun ini, julukan berubah menjadi "mahasiswa akhir". Sebenarnya, kehidupan terus berjalan, meskipun kata "akhir" berada di belakang kami, sebenarnya itu menjadi "awal" untuk memikirkan kehidupan baru. Januari akhir di tahun ini, aku sudah memasuki gerbang kehidupan mahasiswa akhir, yang bernama Seminar Proposal. Jadwal yang muncul H-1 sebelum sidang, sudah menjadi awal kepanikan dalam hidupku sebagai mahasiswa akhir. Tetek bengek power point, mental, dan latihan presentasi harus segera dipersiapkan dengan matang. Dan, seperti yang kalian lihat, i can do that! Yes, that tragedy was over. Setelah sempro, aku pikir semangatku bisa menggebu-gebu. Seminggu bisa langsung bimbingan, dll. Nyatanya, benar kata orang-orang di fyp tiktok, berada facebook, explore instagram, bahwa setelah sempro adalah awal sebuah rasa malas. Aku selalu merasa, ba...

AKHIR DARI LATIHAN DAN SAMBATAN - KKN'S DAY 4

 Taraaaa.... Hari ini adalah hari pembukaan KKN 2021. Acara utama untuk memperkenalkan kegiatan KKN kami kepada masyarakat dan petugas desa. Hal ini, membuat acara ini harus sukses karena sebagai awal dan pandangan pertama sebelum bertemu di hari-hari berikutnya. Jam 6 pagi adalah waktu kumpul kita sesuai perjanjian. Aku sampai sana pukul setengah 7 kurang lebih dan sudah ada beberapa sebagian kecil teman-teman. Aku tidak terlalu gugup seperti hari kemarin. Hanya berlatih untuk memperlancar saja.   Kegiatannya telat, karena banyak tamu yang belum datang dan ada yang belum duduk di tempat acara karena masih diselingi dengan pekerjaan mereka. Saat itu, aku dan teman yang akrab dengan petugas desa, mencoba konfirmasi ke seorang bapak yang sudah dihubungi untuk menjadi pembaca doa penutup. Namun, bapak itu menyarankan untuk meminta pak mudin terlebih dahulu. Laahhh, pak mudin juga menyarankan ke bapak lainnya. Beliau-beliau berkata kalau seumpama yang mereka rekomendasikan ti...