Langsung ke konten utama

NIAT BURUK BERAKHIR ZONK - KKN'S DAY 3 (LATE)

"Air Susu Dibalas dengan Air Tuba"

Peribahasa ini mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dalam berbuat baik, karena tidak semua kebaikan yang kita taburkan kepada insan di muka bumi ini, dapat kembali kepada kita. Ada kalanya orang tersebut berbuat buruk, dan melupakan kebaikan kita. Karena yang kutahu, mengingat keburukan seseorang lebih mudah melekat, dibandingkan mengingat kebaikan orang.

Masyaallah, intronya panjang sekali wkwk.

Tapi hal yang kuceritakan berbanding terbalik dengan intro di atas. Kemarin, di hari minggu, tiga belas juni dua ribu dua puluh satu bertepatan dengan hari ulangtahun adik yang terlupakan olehku, Aku berangkat ke desa untuk kegiatan gladi bersih acara pembukaan KKN Pulang Kampung. 

Kami janjian untuk datang ke lokasi balai desa pada pukul 10 - 11 siang. Wah, itu kesempatan bagiku untuk bisa bersantai di pagi hari yang tampak cepat bagiku. Saat itu, aku berniat untuk berangkat pukul setengah 10, sedangkan perjalanan rumah ke lokasi desa sekitar 45 menit, karena jauh dan juga kecepatan berkendaraku. Nah, kamu tahu kan, bahwa saat itu aku berniat untuk terlambat ke acara gladi(?)

Jadi, aku berangkat dengan santuy kayak dipantuy sama hantuy (read : dipantau sama hantu). Aku juga punya janjian sama temanku yang seproker sama aku. Kami janjian untuk bertemu di lampu merah. Nah, aku ke rumah teman yang aku jemput, namun masih mengobrol sama dia. Rasanya saat itu, aku belum mau beranjak untuk mengarungi jalanan bergeronjal dengan lampu merah yang menghiasi setiap jengkal jalanan. Akan tetapi, nasib berkata lain. Sebuah pesan mampir ke ruang chat dan berisi keberadaanku. Ya. Itu teman yang berjanjian denganku.

Aku dan temaku segera berangkat dan benar. Kami melewati jalanan yang berombak itu dan beberapa kali berhenti di lampu merah. Usai sampai ke lampu merah yang dituju, kami bertemu dan segera masuk ke lokasi desanya.

Jalan menuju desa cukup baik dan dekat dari jalan raya, menurutku. Ada tanjakan yang awalnya menakutkan, semakin lama bisa dilalui dengan baik. Setelah itu, aku dan kedua temanku sampai di sebuah balai desa yang sangat bersih dari manusia-manusia. Tidak ada tanda kehidupan dari manusia yang berjanji untuk datang di pukul 10 - 11 itu, sedangkan aku sampai di sana pukul 10.30 kurang lebih. Kami menunggu di sana, dan beberapa sudah hadir teman-teman. Yaa, namanya juga hidup. Kita ingin menjadi yang akhir, tapi  Allah menakdirkan kita sebagai yang pertama. Bagaimana buat?  Kita bersyukur saja, karena kita diberi kesempatan untuk tidak membuat orang menunggu kehadiran kita.

Benar-benar zonk kan? 
Iya. Itu titik zonk nyaa wkwk. 
Kuharap kalian bisa tahu titik zonk tersebut. Kalau belum, mungkin cobalah dan bukalah mata hatimu melihat dia lemah terluka ~(bukan) lirik lagu loh 😂😂😂

Nah setelah itu, saat teman-teman kumpul semua kita mulai bersih-bersih dan mempersiapkan alat-alat untuk besok. Aku mendapat amanah untuk menjadi pembaca doa pembuka. Haahh (menghela napas), itu bukan hal berat sebenarnya, namun bagiku ini adalah hal berat. Atau, semua hal itu selalu berat bagiku? Sehingga, aku harus selalu kekurangan tenaga setiap memikirkan dan melatihnya. 

Banyak pihak yang aku mintai tolong, dari memberikan saran doa, mengoreksi bacaan, dan praktik pun. Teman-teman yang baik sangat membantu.

Saat berlatih, aku merasa gugup setengah (tidak sampai) mati. Hanya tanganku yang bergetar, seakan dia ingin menunjukkan bahwa dia telah menemukan orang yang tepat untuk melekatkan cincin di jari manisku. 💥💥😵

Semua berjalan dengan baik, dan kegiatan gladi yang usai itu diakhiri dengan rujakan di wisata Sumber Pakel. Aku membawa ketimun yang suka dicuri kancil. Mungkin karena si kancil sudah jadi kansar, jadinya ketimun di motorku aman-aman saja wkwk. 

Di sana teman-temanku yang mengupas kulit buah-buah tersebut, kordes menguleg bumbu rujaknya, dan aku hanya bisa memandangi mereka. Setelah selesai, kami makan bersama di atas karpet yang sudah impianku sejak dulu. Duduk sambil memandangi indahnya langit dan pemandangan memang hal yang sangat indah untuk diimpikan. 

Usai rujakan, kami semua berpamitan untuk pulang kembali ke rumah, karena esok adalah hari sakral karena pembukaan KKN Pulang Kampung akan dilaksanakan. 



Dan kamu tahu, kenapa tercantum kata LATE di judul?

Ya. Kamu terlalu gugup dengan amanah pembacaan doa ini, sampai kamu merelakan kenangan ini terlambat sehari. Kamu hebat sudah berusaha dan bertanggungjawab. I love me 💖💖😜

Foto pertama jadi pembaca doa versi gladi bersih😭😭











Foto bareng di sela gladi



Pesan untuk Hari Itu :

1. Jangan membuat orang menunggu, karena kita tahu rasanya menunggu itu melelahkan dan membosankan.

2. Ketakutan dan kegugupan wajar adanya, namun berusaha untuk mengurangi rasa itu adalah luar biasa rasanya.



It's Okay, Airira!


Senin, 14 Juni 2021
Dalam suasana lelah dan ingin merebah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN MENGUNJUNGI DESA TEMPAT KKN - SURVEI

Sudah lama sejak tahun dua ribu delapan belas aku tidak bersua. Masa mahasiswa baru itu, kini sudah berlari kencang dan menuju titik ke mahasiswa (hampir) tua. KKN sudah menyapa. Seraya mengatakan bahwa, "Sudah waktunya kau buka mata!!" Sudah semester enam, dan aku masih menjadi orang yang sama. Manusia yang berpaku pada tenangnya rumah dan sepinya kamar. Namun kini, aku kudu keluar dari zona nyamanku, terutama semenjak sang virus korona yang menyerang dengan syarat, yaitu harus mematuhi protokol kesehatan dan di rumah saja. Kata #dirumahsaja mengantarkanku pada benar-benarnya diriku. Bahwa aku sungguh manusia kebluk yang tidak bisa bangun dari kasur yang kuat tekanannya. Aku manusia yang bisa seharian tidak memandang cahaya matahari di luar rumah, dan bahkan manusia yang bisa beberapa hari tak jenuh melakukan aktifitas di dalam rumah. Nyatanya, KKN ini akan membuatku kurang lebih keluar dari zona nyaman itu. Aku harus bertemu orang-orang baru, masyarakat baru, dan bahkan ski...