KKN hari ke 8 ini dilaksanakan pada hari jum'at kemarin. Why terlambat bercerita? karena malam hari itu aku haru berpisah sejenak dengan si Abu kesayanganku.
Kemarin itu, aku berangkat pagi sekitar jam 8 untuk menemui bapak Remaja Masjid bersama temanku yang juga berkepentingan dengan beliau. Hari itu bapak bilang untuk meminta bantuan ke ibu yang termasuk kepala sekolah untuk mengumpulkan anak-anak. Namun, hari ini (sabtu) terjawab, bahwa tidak bisa mengumpulkan anak sekolah karena libur telah tiba...libur telah tiba... hore! hore!
Aku tahu perasaan anak-anak kecil yang senang dengan namanya "libur sekolah", karena itu adalah awal bagi mereka bisa menikmati kebebasan yang haqiqi meskipun tadi guru mereka memberikan tugas hafalan. Anak-anak itu hebat bagiku. Apakah aku dulu termasuk anak yang masih kelas 5 bisa disuruh hafalan surah An-Naba ya? Aaargh, sepertinya dulu tidak sehebat mereka wkwkwk.
Setelah ke rumah pak wahid, aku baru tahu kabar bahwa nanti malam akan ada acara di desa yang juga meminta anak-anak untuk datang ke desa. Ada musyawarah desa dan diiringi perkenalan mengenai KKN kepada bapak-bapak di sana. Saat itu, aku segera pulang dan sampai rumah di siang hari. Aku tidak bisa tidur, sambil beberapa kali merevisi tugas proposal yang sangat amburadul itu. Aku tidak merasakan lelah saat itu, entah mengapa? Tanpa alasan. Aku tidur-tiduran dan melihat televisi pun. Pukul 4.00 sore aku pergi ke rumah teman dan menunggu di sana. Karena kalau aku berangkat habis magrib menuju kota, maka matilah aku wkwkk. Bukan apa-apa, hanya saja aku paling tidak mau membuat orang rumah khawatir.
Aku sampai rumah temanku sekitar jam 5.00 sore dan menunggu hingga habis magrib. Di sana, kami pergi ke rumah temanku yang lain dan saling tunggu menunggu. Akhirnya, perkumpulan kami di sebuah alfamart. Dan saat itu lah kami berangkat bersama di desa.
Di desa beberapa orang datang. Kau tahu? Aku masih tidak terbiasa dengan orang-orang tersebut. Awkward adalah perasaan yang kualami di sana. Aaah! ini kan namanya KKN. Pasti harus bisa beradaptasi dan bermasyarakat. Tapiii, duduk di dekat bapak RW aja sudah kalang kabut memikirkan rentetan pertanyaan yang bluusshhh hilang begitu saja. Akhirnya, aku berupaya untuk menjauh.
Usai acara pukul 10.00 malam, kami pergi ke rumah saudara temanku. Di sana kami ber-delapan bermalam di sana. Aku sangat menyukai tidur bareng seperti ini. Hanya saja, itu tidak lama seperti yang aku harapkan saat melihat KKN tahun-tahun lalu sebelum covid melanda.
Kami bercerita sebentar, kemudian aku sudah tak sadarkan diri saat sudah merebahkan tubuh di kasur itu. Aku terbangun sejenak dan melihat temanku sedang menulis di laptop, lalu tidur lagi. Tidak ada yang spesial. Karena yang spesial adalah saat kau sudah bertemu dengan orang yang tepat.
Kita bangun jam 5.30 kurang lebih. Dan akhirnya melakukan jalan-jalan sejenak ke sumber pakel. Mungkin iu hari yang cukup indah, karena bisa bermalam bersama teman-teman KKN yang pernah saya mimpikan waktu mahasiswa baru, bahkan saat melihat tempat KKN seseorang itu.
Setelah jalan-jalan dan bersiap-siap, aku dan temanku ke MI untuk menanyakan tentang kegian mengumpulkan anak. Dan itu.... tidak bisa dilaksanakan minggu besok ini :) Laa ba' sa
~tidak ada foto. video ada. malas download wkwk^^
Tomorrow is well, Insyaallah
Sabtu, 19 Juni 2021
Di kamar yang baru kutinggalkan semalam.
Komentar
Posting Komentar