Langsung ke konten utama

MAIN AIR BERKEDOK KERJA BAKTI (?) - KKN'S DAY 1

Tadi malam, saat aku merangkai kisah survei, Aku mendapat sebuah call singkat dari temanku. Saat aku buka aplikasi chat berwarna hijau putih kebanggaan kita, ternyata ada rapat dadakan tapi tidak lima ratusan. Rapat yang mengabarkan berita yang lebih spot jantung kembali berdagdigdug ria. Ya. Ada kabar bahwa besok atau hari ini (saat aku mempublikasikan cerita ini) akan ada kegiatan kerja bakti di lokasi pariwisata desa KKN-ku. Pas sekali, itu punya kecocokan yang haqiqi dengan proker pengembangan pariwisata oleh kawan lainku.

Jadi, inti rapat itu, semua anggota harus ikut kerja bakti dan sampai desa tersebut jam 6 pagi. 

Aku langsung membayangkan perjalanan yang sangat dingin seperti sikap dia ke pacarnya (bukan aku, wkwk). Di hamparan sawah-sawah yang padinya menggigil embun pagi, sinar mentari yang masih malu-malu muncul ke permukaan untuk meyapa kami, serta udara yang masih menantang dengan cukup berani untuk mengkoyak pakaianku agar menyesap ke kulit dan relung hati (karena dinginnya, bagiku). Akhirnya, aku berangkat pukul 5.10 WIB.

Pukul 5.45 - an aku sampai di rumah temanku, untuk menjemputnya. Kami segera berangkat ke lokasi perkumpulan, yaitu lampu merah dan ternyata zonk . Aku dan temanku itu mengechat teman-teman lain, dan mereka bilang udah di balai desa. Alhamdulillah, aku sudah tahu jalannya dan sampai dengan selamat dan tanpa kesasar. Saat di balai desa, di sana sudah kosong. Temanku bilang, kalau mereka sudah di tempat wisatanya yaitu Sumber Pakel.

Kami ke sana dengan menggunakan bantuan mbak gmaps yang dengan baik hati tidak menyesatkan kami, meskipun kami sendiri yang hilang arah dan harus tanya ke ibu dan bapak penjual di perempatan jalan.  Saat sampai, kami menunggu bapak-bapak warga sambil melakukan presensi dan perkenalan ulang. 

Maybe jam 7, kita mulai bekerja. Kami pikir, akan membersihkan halaman wisata, seperti menyapu, memangkas rumput, dan lain-lain. Kembali lagi kami tertampar keadaan dengan kegiatan utamanya adalah membersihkan aliran sungai yang berada di bawah lokasi wisata. Aku sudah terbiasa dengan persawahan, dan di desa KKN ini sawahnya di terasering, dan itu sangat keren bagiku. Dari jauh, ada hamparan sawah dan dari dekat ada hamparan tebu-tebu. Ada jalanan yang cukup kecil dan itu membuatku hampir kehilangan keseimbangan. Alhamdulillah bisa selamat. 

Aku menyukai saat kita membantu untuk menyingkirkan rumput-rumput di jalan itu. Apalagi harus menceburkan diri ke dalam air yang telah menenggelamkan ujung kaki sampai lututku. Kami mengeluarkan lumpur yang ada di dalam sungai dan mengambil rumput-rumput yang mengalir mengikuti arus hasil kiriman bapak-bapak yang bekerja di bagian depan. Kami bersih-bersih, sambil bingung membenahi celana, lengan, dan kerudung. 

Ada momen di mana tadi sebuah ulat berenang terbawa arus dan aku dengan sigap melakukan pertahanan diri dengan naik ke atas secepat kilat. Ada semut yang mengambang, bahkan kaki seribu iku muncul. WAW, Sungguh indah saat itu, wkwk. Karena aku suka dengan bermain air dan kegiatan itu cukup menyenangkan bagiku, apalagi kegiataan di dalam air yang tidak berkedok berenang ya~

Usai itu, kami semua kembali ke gazebo lokasi wisata. Duduk istirahat sambil mengeringkan celana yang kotor dan basah. Kami berkeliling melihat lokasi wisatanya yang banyak didatangi oleh warga sekitar untuk tempat mereka mandi, cuci baju, sekadar bermain, ataupun ada anak-anak sekolah yang sedang berlatih yel-yel. 

Setelah selesai, kami pamit undur diri dari kegiatan, karena hari menjelang siang dan para bapak itu bersiap untuk sholat jum;at. Aku pulang untuk mengantar teman dan cuss ke rumah, Alhamdulillah perjalanan lancar.


Meluangkan waktu foto buat kenang-kenangan. Aina Anaa?? wkwk


Persiapan atur barisan mau foto sama bapak-bapak warga

Okee, itu dua dari tiga belas foto yang ada aku~ nya wkwkwk

Pesan untuk Hari ini :

  1. Kegiatan yang kau anggap melelahkan, akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama, apalagi dengan perasaan senang dan ikhlas. 
  2. Bahagia itu memang sederhanya nyatanya, melihat pemandangan yang Allah sajikan kepada indera penglihatan kita, terasa semua hal baik akan hadir di masa selanjutnya.


Congratulation, Airira!

Yakin besok akan lebih baik, tetap berjuang dengan baik!!


Jum'at, 11 Juni 2021

Di rumah dengan si Abu di atas meja merah (lagi)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN MENGUNJUNGI DESA TEMPAT KKN - SURVEI

Sudah lama sejak tahun dua ribu delapan belas aku tidak bersua. Masa mahasiswa baru itu, kini sudah berlari kencang dan menuju titik ke mahasiswa (hampir) tua. KKN sudah menyapa. Seraya mengatakan bahwa, "Sudah waktunya kau buka mata!!" Sudah semester enam, dan aku masih menjadi orang yang sama. Manusia yang berpaku pada tenangnya rumah dan sepinya kamar. Namun kini, aku kudu keluar dari zona nyamanku, terutama semenjak sang virus korona yang menyerang dengan syarat, yaitu harus mematuhi protokol kesehatan dan di rumah saja. Kata #dirumahsaja mengantarkanku pada benar-benarnya diriku. Bahwa aku sungguh manusia kebluk yang tidak bisa bangun dari kasur yang kuat tekanannya. Aku manusia yang bisa seharian tidak memandang cahaya matahari di luar rumah, dan bahkan manusia yang bisa beberapa hari tak jenuh melakukan aktifitas di dalam rumah. Nyatanya, KKN ini akan membuatku kurang lebih keluar dari zona nyaman itu. Aku harus bertemu orang-orang baru, masyarakat baru, dan bahkan ski...